Website PKS Diserang Hacker, Prabowo Jadi Sasaran


Serangan hacker pada situs Partai Keadilan Sejahtera yang dialamat ke situs web pks.id tentunya memanaskan suasana politik Tanah Air. Terlebih saat ini sedang hangat dengan pencalonan capres-cawapres yang berakhir pada 10 Agustus 2018.

Menanggapi hal ini pakar keamanan siber dan kriptografi Pratama Persadha mengatakan upaya pihak tidak bertanggungjawab ini harus dimaknai dengan pengamanan lebih ketat oleh semua pihak terkait, terutama partai politik dan pemerintah.

"Jangan sampai karena infrastrukturnya siber lemah dalam pengamanan, menjadi makanan empuk para hacker (peretas)," katanya kepadawartawan via SMS, Kamis (9/8/2018). 

Untuk mengetahui siapa di balik aksi serangan deface pada situs web PKS, Pratama melanjutkan, perlu dilakukan digital forensik lebih dalam untuk mengetahui sejauh mana peretas bisa masuk dan melakukan perusakan.

"Serangan bisa terjadi karena sistemnya lemah, baik aplikasi web atau bahkan serangan lewat jaringan router-nya. Apalagi web PKS ini belum dilengkapi SSL, jadi sangat rentan," ucapnya menerangkan.

Sebenarnya, ungkap Pratama, terdapat berbagai macam cara untuk mengamankan web seperti penambahan teknologi web application firewall (WAF), content delivery system (CDN), Penetration test, dan secure web programming.

"Mengenai motif dari serangan tersebut tentunya tidak dapat dilihat serta merta hanya dengan melihat kontent dari halaman defacement yang dilakukan," pungkasnya.

Terungkap pula kalau situs diretas oleh hacker yang mengaku bernama @kakekdetektif.

Foto Prabowo Subianto itu juga ditambahkan tulisan provokatif yang menyebut kalau mantan Danjen Kopassus itu sebagai Jenderal Kardus. Si hacker bahkan mengungkit kasus 1998.

“Halo Jenderal Kardus, Jenderal, kami ingat terkait tragedi 1998. Mundurlah dari partaimu, apa yang dikatakan Andi Arief adalah benar adanya. Sandiaga sogok PAN dan PKS 500 miliar! Hidup jenderal Kardus,” begitu bunyi tulisan provokatif tersebut.

Hingga saat ini, saat kami mengakses kembali situs tersebut, gambar itu tidak lagi muncul. Namun, situs masih tidak bisa diakses. Kemungkinan besar pihak PKS sudah melakukan take downgambar tersebut dan memulihkan situs.

Liputan6

iklan banner