Trump Ingin Ciptakan Pasukan Luar Angkasa AS

Foto: Quartz

Khazanah online.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan rencana yang ambisius. Yakni menciptakan pasukan luar angkasa. Dalam pidatonya saat pertemuan Dewan Luar Angkasa Nasional AS, Trump berkata ruang angkasa sudah saatnya dimasukkan sebagai isu keamanan nasional.

Diwartakan oleh Sky News Selasa (19/6/2018), presiden 72 tahun itu berkata dia tidak ingin China dan Rusia melampaui AS. Baca juga: Trump Ingin AS Dominasi Penjelajahan Luar Angkasa, Bulan, dan Mars "Takdir kita untuk melampui Bumi tidak lagi hanya sekadar identitas nasional. Melainkan harus menjadi keamanan nasional," kata Trump.

Dia menjelaskan gagasannya itu, pasukan luar angkasa bakal menjadi cabang keenam dalam militer Negeri "Paman Sam". Adapun lima cabang militer AS yang sudah diketahui selama ini adalah Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Korps Marinir, dan Pasukan Penjaga Pantai.

Presiden dari Partai Republik itu menyatakan, pasukan "luar angkasa" tersebut bakal terpisah dari Angkatan Udara, namun mempunyai derajat yang sama. "Ketika tiba saatnya Amerika butuh perlindungan, tidak cukup jika hanya sekadar 'berada' di luar angkasa. Saya ingin AS menjadi dominan," tegasnya.

Trump melanjutkan, dia telah mempunyai gagasan tersebut sejak awal 2018. Namun, saat itu dia menganggapnya hanya sebagai lelucon. Hingga kemudian dia memikirkan kembali rencana tersebut dan merasa bakal menjadi hebat. "Mungkin kami harus segera mempunyainya," tuturnya.

Suami Melania itu dilaporkan telah menginstruksikan Pentagon untuk mulai mempersiapkan langkah pendirian pasukan luar angkasa tersebut. Namun, Sky News memberitakan rencana ambisius Trump itu bakal menemui jalan terjal berupa Pakta Luar Angkasa yang diteken 27 Januari 1967.

Dalam pakta tersebut, terdapat larangan untuk menempatkan senjata maupun stasiun militer di orbit Bumi, Bulan, maupun ruang angkasa yang lain. Lebih lanjut, Trump menyatakan dia juga memiliki keinginan agar AS mendominasi eksplorasi Bulan dan Mars, dan menjadi negara penjelajah terbesar dunia.

Kompas
iklan banner