Tak Berurusan dengan Politik, Koperasi Syariah 212 Fokus Kejar Target


Khazanahonline.com - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama baru saja menggelar ijtima ulama yang menghasilkan sejumlah rekomendasi, termasuk di bidang politik. Di bidang ekonomi, ijtima merekomendasikan Komisi Nasional Ekonomi Umat yang menaungi Koperasi Syariah (KS) 212. KS 212 menegaskan tak terlibat politik, dan akan fokus mengejar target kelembagaan.

Direktur Eksekutif KS212 Ahmad Juwaini mengatakan pihaknya siap mengikuti arahan GNPF Ulama, utamanya dalam bidang ekonomi. Sehingga KS212 akan tetap fokus di bidangnya dan tidak terlibat urusan politik. Ijima Ulama pun sudah membentuk komisi-komisi sesuai bidangnya masing-masing.

“Sebab KS212 berdiri atas uang umat yang menjadi nasabah, maka keuntungannya kembali ke nasabah. Adapun keuntungan selebihnya kita pergunakan untuk perjuangan umat, seperti membantu perjuangan dakwah,” tutur Ahmad kepada wartawan, Jumat, (03/08/2018).

“Tak ada urusannya dengan politik apalagi turut membiayai kampanye dan mendukung paslon-paslon tertentu,” tandasnya.

Setelah ijtima berlalu pihak Koperasi Syariah 212 akan berbicara dengan GNPF Ulama, dengan harapan akan tetap fokus mengurus ekonomi keumatan. Ahmad memaparkan beberapa target yang akan dicapai KS212 antara lain meningkatkan pasokan barang produksi muslim di atas 50 persen. Sampai saat ini, KS 212 baru menampung produksi muslim sebesar 20 persen, padahal potensi produksi umat Islam besar.

“Persaingan ekonomi kian sengit di tengah kondisi ekonomi tak menentu dan turunnya daya beli masyarakat, sehingga membutuhkan kerja keras dan kefokusan dalam mengelola ekonomi umat. Alhamdulillah kondisi tersebut belum kita rasakan dampak negatifnya, sebab dengan potensi yang ada menuntut KS212 berinovasi,” katanya.

Dia juga menanggapi gerakan #2019gantipresiden dan usulan GNPF Ulama tentang calon wakil presiden. Juwaini menghargai hal itu namun memberikan tugas tersebut kepada komisi politik keumatan yang sudah dibentuk melalui Ijtima Ulama.

“Kita tidak terpaut dalam hal-hal politik intinya, baik gerakan #2019GantiPresiden apalagi kampanye,” tukasnya. (SS)

Kiblat


iklan banner