ORASI POLITIK KETUA DPR-RI PADA ACARA MILAD IMM KE 54


Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan dalam orasi politik malam puncak Milad Akbar IMM Ke-54 (14/3/18) bahwa telah terjadi polarisasi dan fragmentasi di masyarakat sebagai dampak adanya pertarungan dalam Pilkada.

Selain itu, munculnya politik identitas dan isu SARA dapat mengancam keutuhan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Bamsoet mengingatkan agar semua pihak mewaspadai munculnya paham dan ajaran yang akan mengganti ideologi pancasila dengan ideologi lain, karena negara pancasila merupakan bentuk ideal dan bentuk persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini juga mengajak semua pihak untuk berjuang bersama mengatasi kesenjangan sosial yang masih terjadi di masyarakat dengan terus mendorong kebijakan ekonomi berkeadilan, menjalankan program retribusi aset, dan pemberdayaan UMKM serta IMM bersama organisasi mahasiswa lainnya harus hadir untuk memberi solusi permasalahan kesenjangan sosial ini.

Karena pemerintah sudah bekerja keras menurunkan angka gini ratio dari 0,41 menjadi 0,38. Tetapi, kesenjangan sosial dan ekonomi masih tetap ada di masyarakat. Dalam acara ini  hadir juga Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher, Ketua PP Muhammadiyah Dahlan Rais, Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Gunawan Budiyanto serta perwakilan IMM dari sejumlah wilayah di Indonesia.

Bamsoet juga meminta IMM menjadi tenda besar bagi kemajemukan kaum muda Indonesia. IMM harus menjadi pionir terdepan di kalangan generasi muda untuk merangkul semua kelompok, golongan, etnis dan agama.

IMM juga harus mampu membangun kehidupan berbangsa yang sejuk dan damai. Setelah itu Bamsoet menghadiahkan pantun kepada IMM “Mahasiswi cantik beli kuini, Kuini dibeli ditengah pasar, Dari Jauh saya datang kesini, Karena IMM rayakan Milad Akbar. Makan sayur dengan ketupat, Minum teh seribu bunga, IMM menjadi kekuatan perekat, Untuk perkuat persatuan bangsa,” tutur Bamsoet dalam penutupan orasi politik di malam puncak Milad Akbar IMM ke-54.

Koresponden: Lastri/Yogyakarta

iklan banner