MAK: Mencari Partai Anti Korupsi


Khazanahonline.com - Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak membuka diskusi Madrasah Anti Korupsi Seri XXIV bertema “Mencari Partai Anti Korupsi”. Namun tema yang diangkat tersebut menyimpan tanda tanya, apakah benar-benar ada partai yang anti korupsi.

“Hal yang ditanyakan wartawan kepada saya. Memang ada partai yang anti korupsi?” ungkap Dahnil di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta pada Rabu (25/07/2018).

“Karena mencari partai anti korupsi itu seperti mencari sesuatu yang tidak ada. Seperti mencari hantu, seolah-olah gak ada,” sambungnya.

Menurut Dahnil, penting untuk mempertanyakan komitmen partai-partai politik dalam memberantas korupsi di Indonesia. Pasalnya, partai politik lah yang melahirkan kepala daerah dan para pejabat.

“Mau tidak mau produsen utama di negeri ini berasal partai politik. Anda gak bisa jadi, presiden, wapres dan pejabat kalau tidak dari partai politik,” jelasnya.

Dahnil menambahkan, parpol menjadi cerminan dalam praktik korupsi. Pasalnya, maraknya praktik-praktik korupsi disebabkan salahnya niat para kader saat memasuki ranah politik.

“Kalau saja partai politik kita itu bersih pasti tidak ada praktik korupsi. Karena ada fakta itu orang yang masuk politik itu sudah salah dari awal,” paparnya.

Dalam diskusi Madrasah Anti Korupsi Seri XXIV kali ini, banyak partai yang diundang untuk berdialog. Namun yang menjawab untuk hadir hanya empat partai saja yaitu Perindo, PAN, Gerindra dan Nasdem.

“Kami mengundang banyak partai politik tapi yang berani hadir dan mengonfirmasi hanya ini,” tukasnya.

Kiblat

iklan banner