Fauzan Noor, Juara Dunia Karateka yang kurang perhatian pemerintah


Lalu Muhammad Zohri mendapat perhatian dan rezeki yang melimpah usai dirinya berhasil mengharumkan nama bangsa di ajang lari Sprinter U-20 di Finlandia. Namun sebelum Zohri, ada atlit berprestasi yang berasal dari kalangan tak mampu. Atlit itu bernama Fauzan, ia berasal dari Kalimantan Selatan.


Fauzan berhasil menjadi juara dunia karate tradisional (ITKF) di Praha, Republik Ceko awal 2018 lalu. Saat itu, Fauzan melawan karateka Ceko yang memiliki tubuh lebih besar dari dirinya. Cerita Fauzan ini sangat memperihatinkan.

Kala ia berangkat untuk bertanding ke Ceko, semua persiapan dan persediaan Fauzan ditanggung sendiri. Fauzan hanya bermodalkan mie instan, ikan asin sebagai lauk dan kacang bungkus selama di Ceko. Bahkan pengurusan Visa ia tanggung sendiri dengan mencari pinjaman.

Mirisnya lagi, kala ia pulang dan mendaftar jadi Satpol PP, Fauzan ditolak. Lantas, dimana perhatian setempat? Ikatan Federasi Karate Tradisional Indonesia? KONI? atau Kemenpora? Perjuangan Fauzan untuk menjadi juara dunia di Ceko sangat perlu diapresiasi. Pasalnya saat final ia berhasil mengalahkan lawannya yang memiliki badan lebih besar darinya.

Namun demi sang Merah Putih berkibar di kancah Internasional, ia rela menahan sakitnya pukulan sang lawan. (Rahm)

Indozone

iklan banner