Kontroversi Al-Qur'an Kuno


Al-Quran dan terjemahan berbahasa inggris yang dicetak tahun 1734 di London (Inggris) ini memiliki seni cetak unik yang sudah tidak diadopsi lagi oleh percetakan zaman sekarang. Ketika Al-Qur'an tersebut pada sisi sampingnya dilipat, akan muncul gambar rahasia berupa Masjidil Haram beserta Kabbah-nya. Selain itu bahan kertasnya juga tidak biasa, berwarna keemasan. Berikut ini
videonya:

Namun, dari hasil penelusuran Khazanah Online, terdapat satu lagi berita tentang Al-Qur'an tertua di London Inggris yang ceritanya sedikit berbeda. Mengutip berita dari website BBC.com tanggal 22 July 2015 telah ditemukan potongan-potongan Al-Qur'an yang dianggap paling tua dan dari hasil uji karbon diprediksi berasal dari tahun 1730 Masehi.



Uji coba usia karbon tersebut dilakukan di laboratorium Radiocarbon Accelerator Unit Universitas Oxford, bahan-bahannya dipercaya dari kulit domba atau kambing, dengan keakuratan 95%. Menurut Profesor David Thomas dari Universitas Oxford spesialis Kristen dan Islam, "Bagian ini pasti menjadi manuskrip yang paling mirip dengan Al-Qur'an saat ini, membuktikan bahwa teks-teksnya telah mengalami sedikit ataupun tidak ada perubahan samasekali dan hal ini menunjukkan titik tanggal yang sangat dekat dengan waktu pertama kali terungkap. "

Namun benarkah kedua bukti sejarah tersebut asli? Berikut investigasi kami mengenai keanehan-keanehan kitab kuno tersebut.

Kitab Al-Qur'an Kuno versi Youtube


Penjelasan tentang bahan material kitab ini yang terbuat dari emas memang cukup meyakinkan, tetapi dalam beberapa sejarah, manuskrip ayat-ayat Al-Qur'an lebih sering dibuat dari bahan-bahan biasa seperti kulit hewan, pelepah daun, tulang-belulang, dan bebatuan. Namun terdapat juga sejarah kota London pernah menjilid kitab Al-Qur'an pada abad yang sama, lalu ditolak oleh Khalifah Islam saat itu dikarenakan tidak sempurna.

Dari sisi tampilan sampul tidak diperlihatkan adanya tulisan ataupun simbol-simbol tertentu jika Kitab tersebut adalah Al-Qur'an sebenarnya, dan ini yang lebih krusial: tidak diperlihatkannya isi Kitab kehadapan kamera, hanya sampul luar dan sampul dalam saja, tidak ada tulisan Al-Qur'an sedikitpun yang bisa memastikan Kitab tersebut adalah Al-Qur'an ataupun dari Kitab berbahasa Arab sekalipun. Sedangkan standar uji keaslian Al-Qur'an adalah isi tulisannya.

Kemudian pada video tersebut, pemiliknya hendak membangun standarisasi keaslian Al-Qur'an menurutnya sendiri, yaitu bahannya terbuat dari bahan Emas dan terdapat ukiran tersembunyi berpola Masjidil Haram disamping Kitab tersebut. Kedua standarisasi ini sangat bias dan bisa digunakan pula pada kitab-kitab dan buku-buku agama lain, lebih-lebih lagi isinya tidak diperlihatkan. Bahkan jika diteliti gerakan tangan saat membuka Kitab tersebut, sepertinya berusaha untuk tidak memperlihatkan isinya.

Kitab Al-Qur'an Kuno Versi Universitas Birmingham


Ada kemungkinan lembaran perkamen tersebut adalah palsu dikarenakan ketidak jelasan sumber asal-usulnya. Menurut pihak Universitas, lembaran perkamen Al-Qur'an tersebut sudah lama berada di Perpustakaannya tanpa ada yang menyadari, hingga seseorang peneliti bernama Alba Fedeli, PhD melakukan uji sampling usia karbon.

Selain asal-usulnya, bahan kulit hewan juga bisa saja dimanipulasi, menggunakan perkamen kitab lain yang berasal dari tahun 1700-an lalu ditulis ulang dengan ayat-ayat Al-Qur'an versi kuno. Walaupun isi tulisannya dikatakan hampir tidak ada perubahan dengan kitab Al-Qur'an yang sekarang, namun beberapa kritikus menganggap temuan tersebut hanya mencari popularitas semata.

Disisi lain, temuan lembaran Al-Qur'an kuno yang isinya sama dengan kitab Al-Qur'an zaman sekarang membuktikan sedikit sebanyak bahwa agama Islam sesungguhnya dijaga oleh Allah SWT dari semenjak ia diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW hingga sekarang.

Wa Allahu a'lam

Penulis: Syahrani
iklan banner