Satgas PPDB 2016: Tahun Ini PPDB Terbaik

Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2016 dinilai terbaik se Indonesia. Ketua Satgas PPDB 2016 yang dibentuk secara bersama oleh komunitas pendidik kota Balikpapan, Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) dan Persatuan Guru Swasta Balikpapan (PGSB) Ridwansyah S.Kom, MM Mengatakan bahwa PPDB tahun ini merupakan PPDB terbaik dibanding PPDB tahun-tahun sebelumnya. "Hasil pemantauan oleh tenaga sukarela dilapangan, dapat disimpulkan bahwa PPDB tahun 2016 ini jauh lebih baik dari PPDB tahun tahun sebelumnya. Ini proses PPDB terbaik yang ada, bahkan secara nasional, PPDB tahun ini terbaik" menanggapi komentar DR. Piatur Pangaribuan, SH, MH. Diharian Balikpapan Post kamis 11 Juli 2016, yang menuding terjadi kecurangan dengan memanipulasi nilai melalui operator PPDB Online di Dinas maupun di Sekolah Negeri.

“Ini Fitnah Keji. Operator Sekolah sudah bekerja keras masih di fitnah seperti ini. Komentar Pak Piatur, menunjukan bahwa pak Dr. Piatur tidak mengerti sistem PPDB Online. Yang perlu digaris bawahi adalah nilai yang di inject di aplikasi PPDB Online adalah nilai dari hasil database ujian Nasional (UN). Jadi kalau memang ada kecurangan, pasti ada temuan karena perbedaan antara nilai SKHU (Surat Keterangan Hasil Ujian) dan yang ada di Aplikasi PPDB Online. Jangan Asal Ngomonglah, apalagi ucapan ini meluncur dari mulut seorang akademisi yang semestinya menjunjung tinggi kaidah kebenaran berdasarkan Bukti dan Fakta. Bukan dengan menyebar fitnah" Lanjut Ridwansyah yang juga Ketua Advokasi PGSB Kota Balikpapan ini.

“Operator Sekolah PPDB Online tidak memiliki akses untuk mengubah nilai UN. Akses mereka hanya memasukan data sekolah yang dipilih peserta didik. Begitu pula dengan operator di Dinas Pendidikan, hanya memiliki akses menambahkan nilai jalur prestasi dan calon siswa luar daerah. Nilai UN itu sudah Fix, tidak bisa diubah ubah oleh siapapun operatornya. Jadi jangan asal fitnah. Kita telah menebar 20 orang sukarelawan untuk memantau proses PPDB di Sekolah Negeri. Hingga saat ini belum kita temukan praktek jual beli kursi di Sekolah Negeri" Tegasnya.

Kesalahan Kedua Pak Piatur dengan mengatakan pasti ada kecurangan disini, kalau tidak ada kecurangan tidak mungkin masyarakat rela datang ke Pemkot untuk mengungkapkan aspirasi mereka. "kesalahan kedua Dr. Piatur adalah dengan mengatakan orang berdemo karena terjadi kecurangan dalam PPDB. Sudahkah Pak Dr. Piatur tanya berapa Nilai UN mereka yang Demo dan tidak lulus UN? Mereka Demo karena memaksakan nilai yang rendah untuk masuk ke Sekolah Negeri. Kuota Sekolah Negeri terbatas kalau ingin masuk sekolah negeri atau favorit, tidak ada jalan lain selain harus pintar. Nilai UN harus memenuhi syarat" jelas pria yang memiliki hoby olah raga lempar pisan ini.

Kesalahan ketiga dan terfatal Pak Dr. Piatur adalah menuntut mundur pejabat yang terkait PPDB Online "ini kesalahan terfatal Dr. Platur. Tidak mengerti sistem PPDB online, koq menuntut pejabat terkait untuk mundur. Pak Muhaimin mampu mengisi kekosongan posisi Kadisdik yang ditinggalkan pendahulunya akibat tekanan yang luar biasa dari pihak eksternal. Beliau mampu membangun komunikasi secara baik dengan stakeholder” lanjutnya.

lebih lanjut diutarakan, Kadisdik memiliki kepedulian terhadap sekolah swasta. Ini dibuktikan dengan perjuangan beliau mengupayakan bantuan sarpras kepada swasta. Disamping Itu, Kadisdik ini sangat tidak mentolelir praktek ilegal dalam proses PPDB" ungkapnya.

Reporter: Syahrani
iklan banner